The Al-Banna

December 20, 2008

Browser baru. Google Chrome

Filed under: PTI 2008 — Anshary Mufied @ 2:44 pm

Dewasa ini kita dihebohkan dengan adanya aplikasi web yang bernama google chrome. Browser keluaran google ini memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh browser lain seperti opera, mozilla firefox dan lain-lain. Diantaranya adalah kemampuan browser dalam mode penyamaran (incognito mode). Perlu di ketahui bahwa dalam mode penyamaran ini halaman Web yang dibuka dan file yang di-download sewaktu Anda menggunakan penyamaran tidak akan disimpan dalam riwayat penelusuran dan download. Semua cookie baru terhapus setelah jendela penyamaran ditutup. Inovatif bukan?. Masih banyak kelebihan-kelebihan dari aplikasi web browser ini yang perlu didayagunakan.:D

Sejarah google chrome:

Aplikasi web open source-Google chrome adalah sebuah browser hasil buah pemikiran dari provider google untuk membuat sebuah browser yang simple namun berdaya guna tinggi, tahan terhadap serangan adware, mampu mencegah gangguan dari situs-situs yang tidak diinginkan dan juga menjadi platform yang modern di dunia maya. Google chrome ini dibangun dengan JavaScript engine yang lebih canggih yaitu V8.

Namun, pada saat ini hanya versi windows saja yang telah lahir. Itupun masih dalam beta version atau masih dalam rangka uji coba. Provider google tersebut sedang merencanakan membuat versi Mac dan Linux.

Kelebihan Google Chrome:

1. Tidak Perlu MenSetting Browser

Secara default, Google Chrome akan menyalin riwayat penelusuran, situs Web yang disimpan,

dan sandi dari browser default saat diinstal. Misalnya, sebelum menggunakan web browser google chrome ini kita menggunakan opera, maka google chrome ini akan mengimpor settingan browser dari browser Opera tersebut.

Jadi kita tidak perlu mensetting web browser ini. Cukup Simple Bukan?!

2. lebih Aman

Jika Chrome mendeteksi bahwa situs Web yang ingin diakses akan mengirimkan data secara aman menggunakan SSL, Anda akan melihat:

  • Latar belakang panel alamat menjadi berwarna emas.
  • ‘https’ di URL akan berwarna hijau untuk situs web dengan sambungan SSL aman yang telah dibuat.
  • Ikon kunci ikon kunci ditampilkan di bagian akhir panel alamat.

Jika sambungan SSL aman tidak dapat dibuat, maka Anda akan melihat ikon tanda seruikon tanda di bagian akhir panel alamat, di antara kemungkinan peringatan browser lainnya. Anda dapat mengklik ikon tersebut untuk membuka kotak dialog ‘Informasi keamanan’ dan melihat informasi lebih lanjut.

3. Mode penyamaran

Bila ingin menjelajah dalam mode ’siluman’, misalnya untuk merencanakan kejutan seperti hadiah maupun ulang tahun, Google Chrome menawarkan mode jelajah penyamaran. Halaman Web yang dibuka dan file yang di-download sewaktu Anda menggunakan penyamaran tidak akan disimpan dalam riwayat penelusuran dan download. Semua cookie baru terhapus setelah jendela penyamaran ditutup. Anda dapat menjelajah seperti biasa dan dalam mode penyamaran pada saat yang sama menggunakan jendela terpisah.

Dengan adanya fitur ini, surfing di internet akan terasa lebih nyaman.

Dan fitur-fitur lainnya seperti

Halaman Tab Baru

Cara pintas aplikasi

Menjelajah dengan tab

Menurut pengalaman penulis sendiri, salah satu keunggulan dari google chrome itu adalah mampu mempercepat kecepatan transfer data. Jadi browsing lewat google chrome adalah lebih prima.

Selain itu tampilan google chrome sangatlah simpel dibandingkan dengan mozilla, internet explorer ataupun lainnya.

Sehingga tampaknya google chrome akan menjadi primadona browser tahun ini.

Sumber: googlechrome.com

Apa bedanya Sistem informasi dengan jurusan lain.??

Filed under: PTI 2008 — Anshary Mufied @ 2:40 pm

Ok kita ketemu lagi pada kali ini kita bakal ngebahas tentang jurusan-jurusan yang berkutat di bidang komputer. Kita sering ga bisa bedain antara salah satu jurusan komputer dan jurusan computer lainnya. Perlu kita ketahui, kalo sampai saat ini terdapat lima jurusan. Lima jurusan tersebut adalah Sistem Komputer, teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan yang terakhir teknik perangkat lunak. Namun karena kita belajar di jurusan Sistem informasi, maka kita akan bandingkan dengan jurusan lainnya.

sistem komputer

menekankan kemampuan dalam merancang dan

mengembangkan perangkat keras berbasis digital.

Ciri-cirinya:

Terkait dengan desain dan konstruksi sistem berbasis komputer (baca: digital).

Mencakup studi mengenai perangkat keras, perangkat lunak, teknologi komunikasi, dan interaksi di antara komponen tersebut.

Kurikulum fokus pada teori, prinsip, dan praktek terpan ilmu elektronika serta matematika, untuk kemudian diimplementasikan dalam bentuk desain komputer atau teknologi lain berbasis digital.

Belakangan ini berkembang menjadi ilmu yang mempelajari pula cara mendesain beragam peralatan berbasis digital yang banyak ditemui di pasar (digital gadget) dan beragam peralatan perangkat keras komunikasi yang banyak dipergunakan dalam jaringan komuter.

Disamping itu terkait pula dengan studi perancangan komponen berbasis digital (embedded devices).

Variasi Nama Jurusan/Prodi:

Teknik Komputer, Sistem Komputer, Rekayasa Perangkat Keras, Komputerisasi Digital, Ilmu Komputer Digital, Rekayasa Komputer, dan lain sebagainya.

Teknik informatika

menekankan kemampuan dalam merancang dan

mengembangkan ragam algoritma komputasi

Ciri-Cirinya:

Spektrumnya sangat beragam dari yang sangat teoritis dan algoritmis, hingga yang bersifat sangat terapan seperti pengembangan robotika dan sistem cerdas.

Terbagi menjadi tiga bagian utama yang fokus pada teori maupun algoritma yang dipergunakan:

dalam proses perancangan dan implementasi perangkat lunak.

dalam proses dan perancangan sistem perangkat keras serta komponennya.

sebagai model matematis dalam menyelesaikan permasalahan tertentu.

Kurikulumnya akan sangat kental dengan ilmu pengetahuan terkait dengan logika matematika, komputasi, dan algoritma – yang dalam model terapannya dinyatakan dalam pengembangan program komputer.

Variasi Nama Jurusan/Prodi:

Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Ilmu Komputasi, Informatika, Ilmu Informatika, Matematika Komputasi, dan lain sebagainya.

sistem informasi

menekankan kemampuan dalam merancang,

mengembangkan, dan menerapkan sistem informasi organisasi

Ciri-Ciri:

Fokus pada teknik mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis agar kebutuhan organisasi akan informasi dapat terpenuhi

Menekankan pada “informasi” sebagai sebuah sumber daya penting dalam berproduksi, terutama dalam kaitannya kebutuhan korporasi dalam pencapaian visi dan misi yang dicanangkan.

Mempelajari aspek penting bagaimana “informasi” diciptakan, diproses, dan didistribusikan ke seluruh pemangku kepentingan dalam institusi.

Kurikulum harus ditekankan pada bagaimana memastikan agar teknologi dan sistem informasi yang dimiliki selaras dengan strategi bisnis perusahaan, agar dapat tercipta keunggulan kompetitif dalam bersaing (the value of information technology to the business).

Variasi Nama Jurusan/Prodi

Sistem Informasi, Manajemen Informatika, Sistem Informasi Manajemen, Manajemen Sistem Informasi, Manajemen Informasi, dan lain sebagainya.

teknologi informasi

menekankan kemampuan dalam merencanakan,

menentukan, dan mengelola teknologi informasi

Berbeda dengan Sistem Informasi yang menekankan pada “informasi”, program studi Teknologi Informasi fokus pada aspek “teknologi” sebagai entitas pemungkin (baca: enabler) organisasi.

Menekankan pada proses tata kelola – perencanaan dan organisasi, pengadaan dan implementasi, penerapan dan pemeliharaan, serta pengawasan dan evaluasi – sumber daya teknologi informasi yang ada pada suatu institusi.

Spektrum fokus kurikulum dari sekedar mempelajari tren teknologi di masa mendatang hingga melakukan “perancangan” ide atau gagasan terhadap inovasi teknologi yang dibutuhkan organisasi.

Kurikulum akan sangat padat dengan isu tata kelola dan governance teknologi informasi.

Variasi Nama Jurusan/Prodi

Teknologi Informasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informasi, Telematika, Teknologi Informatika, dan lain sebagainya.

teknik perangkat lunak

menekankan kemampuan dalam

merancang dan mengembangkan software

Sebagai hal yang paling banyak dibutuhkan industri, studi ini menekankan pada pengembangan dan penerapan metodologi pembuatan perangkat lunak dengan kualitas prima.

Fokus pada pengembangan model sistematis dan terpercaya, yang harus dipergunakan sebagai panduan dalam mengembangkan berbagai jenis perangkat lunak.

Selain perangkat lunak aplikasi, mencakup pula pengetahuan mengenai bagaimana membangun sebuah perangkat lunak sistem (system software) dan perangkat lunak penunjang (tool software).

Disamping itu dibekali pula akan ilmu yang terkait dengan seluk beluk infrastruktur di satu sisi, dan sistem informasi di sisi lainnya – karena kedua komponen tersebut merupakan entitas penting yang berada dalam ruang lingkup pengembangan perangkat lunak.

Variasi Nama Jurusan/Prodi

Rekayasa Perangkat Lunak, Rekayasa Software, Programming, Pengembangan Software, dan lain sebagainya.

Sistem informasi [menurut saya, soalnya ada juga pengertiannya versi lain] adalah lebih mengarah ke penerapan komputer untuk dunia business dan manajemen, sedangkan sistem komputer lebih mengarah ke belajar perangkat keras (hardware) komputer. Yang kedua ini menurut saya lebih mirip2 ke jurusan elektro digital yg tanggung, sedangkan yang pertama tadi kadang-kadang ilmunya mendekati bidang ekonomi setengah hati.

Sebenarnya ada bidang (jurusan) lain yang juga mengarah ke rumpun komputer seperti : Komputer akuntansi, komputer perbankan, dsbnya. Tapi saya pikir itu versi lain aja dari jurusan Sistem Informasi yang lebih dikonsentrasikan ke penerapan lebih khusus.

Berkaitan dengan istilah “Sistem Informasi”, saya ingin berceloteh sedikit begini :

Di bidang komputer, tingkatan orang2 yg menguasai di bidang ini ada jenjangnya yaitu [dengan urutan] : Operator (paling rendah), Programmer (kedua) dan Analyst (tertinggi). Tetapi ini kadang di “pleset” kan dan membuat banyak orang salah faham (kadang disengaja) yg menyatakan bahwa jurusan Sistem Informasi adalah penghasil seorang “analyst”, jurusan informatika penghasil “programmer” dan “Teknisi” untuk jurusan Sistem Komputer. Ini tentu tidak benar.

Penjelasannya begini :

Masalah tingkatan profesi apakah : Operator, Programmer dan Analyst, ini bukan masalah pilihan jurusan di rumpun Komputer, tetapi masalah tingkat penguasaan. Saya kira akan lebih jujur jika dikaitkan dengan jenjang pendidikan seperti : Operator itu D1, Programmer D3 dan Analyst S1. Namun berkaitan dengan gelar “Analyst”, untuk saat ini saya lebih setuju diarahkan untuk yg berjenjang paling rendah S2 dan telah berpengalaman dalam analisis pemrograman (programming analyst) sekaligus perancangan sistem (sistem analyst).

Jadi sebenarnya yang namanya pekerjaan analisis tidak hanya ada di perancangan sistem, di saat kita membuat program juga ada salah satu tahapannya analisis program. Maka seseorang yg telah mahir dalam menganalisis sistem sekaligus pemrograman lah yang layak disebut dengan : Analyst. Masalah di saat penyelesaian proyek dia tidak telibat dalam kegiatan (coding) pemrograman itu masalah waktu dan pembagian kerja, bukan masalah karena ketidak-mampuan.

Ini perlu dijelaskan agar sebagian orang yg telah memilih rumpun komputer sebagai bidangnya, lalu gara2 dia kesulitan dalam mengembangkan kemampuan pemrogramannya serta merta beralih (atau tepatnya “berdalih” kali) ke profesi yang disebut2 “analyst” tadi, dimana analyst didefinisikannya [sendiri] seolah2 tidak perlu memikirkan pemrograman, sehingga dia merasa selamat dari keharusan membuat program.

Jadi Jurusan Sistem Informasi tidak mesti dikaitkan ke : Analyst, dan Informatika tidak mesti dikaitkan ke : Programmer lalu Sistem Komputer tidak mesti dikaitkan ke : Teknisi. Masalah penjenjangan di bidang komputer sebenarnya belum ada yang baku benar, tetapi model jenjang : Operator – Programmer – Analyst telah lama digunakan oleh berbagai kalangan. Saya pikir sehubungan perkembangan pesat di bidang IT, model perjenjangan lama ini pun mesti diperbaharui.

Sumber: Ericova.blogspot.com

Slide Tour SI by Ahmad Holil Noor Ali

Teknologi web 3.0?? apa hebatnya??

Filed under: PTI 2008 — Anshary Mufied @ 2:36 pm

Seiring dengan kemajuan teknologi, web-pun mengalami kemajuan. Jika di Handphone ada teknologi 3G, maka web juga sedang memasuki dunia ketiga dari generasi web. Lalu apa bedanya dengan generasi web sebelumnya???

Ok saya akan jelaskan.

Web (hingga saat ini) dibagi menjadi 3 generasi yaitu Web 1.0, Web 2.0 dan yang baru-baru ini adalah web 3.0.

Penjelasannya seperti ini,

Web 1.0 lebih menekankan pada konsep consult, surf dan search. Jadi pada jaman web 1.0 kita kebanyakan hanya sekedar mencari atau browsing untuk mendapatkan informasi tertentu. Jadi pada teknologi web generasi pertama ini dibutuhkan orang-orang yang berkutat didepan computer yang akan menyajikan informasi pada user internet saat itu.

Lalu web1.0 digantikan dengan web generasi kedua.

Web 2.0 memiliki ciri-ciri share, collaborate dan exploit. Di teknologi web 2.0 ini kegiatan sosial sangat terasa. Jadi pada saat itu, tidak lagi dibutuhkan orang-orang yang berkutat di depan komputer untuk menyajikan Informasi pada user. Tapi era ini lebih membutuhkan orang untuk saling berbagi ilmu, pengalaman atau lainnya sehingga terbentuk komunitas online besar yang menghapuskan sifat-sifat individu.

Sebenarnya tidak ada kesepakatan adanya versi dalam aplikasi web, namun untuk memudahkan pembahasan dan menandai munculnya perkembangan teknologi web, banyak praktisi yang memberi label Web 1.0 dan Web 2.0.  Perbandingan di bawah ini dibuat dari berbagai sumber agar dapat menjelaskan perbedaan antara Web 1.0 dengan Web 2.0 dengan lebih sistematis.

No.    Perbandingan    Web 1.0    Web 2.0
1    Perilaku pengguna    Membaca    Menulis
2    Pelaku utama    Perusahaan    Pengguna/Komunitas
3    Hubungan dengan server    Client-server    Peer to peer
4    Bahasa pemrograman penampil konten    HTML    XML
5    Pola hubungan penerbit-pengguna    Searah    Dua arah/ Interaktif
6    Pengelolaan konten    Taksonomi/direktori    Folksonomi/penanda/tag
7    Penayangan berbagai kanal informasi    Portal    RSS/Sindikasi
8    Hubungan antar pengakses    Tidak ada    Berjejaring
9    Sumber konten    Penerbit/pemilik situs    Pengguna

Lalu seiring dengan kebutuhan manusia di dunia maya, lahirlah web generasi ketiga yang memiliki sifat suggest, happen dan provide. Jadi, web saat itu telah mampu mengerti kebutuhan kita. Web seakan-akan menjadi asisten pribadi kita. Web 3.0 mempersembahakan informasi kepada user dengan visualisasi dunia nyata (virtual). Dengan memakai avatar yang didukung oleh teknologi 3D dengan masing-masing para user internet mampu berinteraksi antara user dengan visualisasi dunia nyata. Singkatnya, web generasi ketiga ini adalah dunia virtual kita.

Sumber: Netsains.com
Gaya hidup digital.com

Pengalaman Kuliah dan Praktikum PTI

Filed under: PTI 2008 — Anshary Mufied @ 2:31 pm

Pengantar teknologi Informasi. Ya!! PTI adalah mata kuliah wajib buat mahasiswa sistem Informasi di ITS. Mata kuliah yang (menurut saya) satu-satunya yang masih nyambung sama jurusan ini. Mata kuliah ini memiliki metode, “Dari Mahasiswa untuk mahasiswa”. Jadi mata kuliah ini penuh dan padat dengan yang namanya presentasi. Mahasiswa sendirilah yang mencari dan menggali sumber-sumber data buat kuliah itu sendiri. Meskipun begitu, Mata kuliah fave ini ditunggu-tunggu oleh mahasiswanya. Mata kuliah ini juga memiliki kegiatan praktikum yang menyedot tenaga dan perhatian para mahasiswanya buat ngerjain LP(Laporan Praktikum), TP(tugas pendahuluan), FP(final project) dan tugas-tugas lainnya :D .

Kalo mau dipecah, kuliah PTI ini berarti bisa dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Kuliah PTI dikelas
  2. Praktikum PTI di Lab pemrograman SI

Banyak pengalaman seru serta (yang paling penting) pengetahuan yang mengasikkan yang akan dipelajari di mata kuliah ini. Dibahas yuk

img1114a1

  1. Kuliah PTI dikelas

Pak Khakim Gozali, beliau adalah dosen kami tercinta. Beliau orangnya sabar betul. Tapi kadang kalo kita udah keterlaluan kita bakal disuruh keluar (keterlaluan banget sih). Dosen yang penyabar ini kalo udah bercanda juga bakal ketawa lepas. :D SEMangAT pak!!

Dengan metode “dari mahasiswa untuk mahasiswa”, mahasiswanya dituntut untuk berani berbicara di depan untuk mempresentasikan materinya.

Terus kalo presentasi terus, Pak Khakim ngapain????

Di akhir presentasi, Pak Khakim akan tampil. Ngapain aja??

Dosen Asyik ini bakal mengomentari presentator yang baru presentasi, menambahi poin-poin yang belum di bahas di materi presentasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.

Manfaat yang didapatkan melalui kuliah ini sangat berguna, yaitu mengetahui perkembangan dunia teknologi Informasi dan cara pengaplikasian IT diperusahaan serta memanage penggunaan IT dikehidupan sehari-hari.

img1116a

  1. Praktikum PTI di Lab pemrograman SI

Disini, kita bakal belajar program-program yang berhubungan dengan mata kuliah ini. Dari Microsoft Word, Excel, Powerpoint, Publisher, Visio, macromedia dreamweaver, Flash, dan Corel Draw. Sesuai dengan motto mata kuliah ini, “Dari mahasiswa untuk mahasiswa”, lagi-lagi mahasiswa yang disebut “praktikan” ini didik untuk maju mempresentasikan materi-materi. Pada jam pembelajaran ini kita diawasi oleh para asisten praktikum, yaitu senior-senior kami yang ditunjuk untuk mengawasi jalannya praktikum, menilai serta pemberi tugas kami. Alhamdulillah, metode yang dipakai untuk penugasan dan pengumpulan sudah memakai metode e-learning. Jadi agak lumayan dimudahkan. :D

SEMANGAT!!

Open Source. Opo maneh kuwi?

Filed under: PTI 2008 — Anshary Mufied @ 2:20 pm

Akhir-akhir ini kita (mahasiswa SI) :D sering mendengar kata-kata yang agak asing ditelinga kita, “Open Source”.

Sebelumnya kita akan membahas tentang Hak cipta.

T: Koq nyambungnya kesana sih???

J: Sudah Diam, ikuti saja!! Jangan banyak omong. :D

Produk software buatan manusia dibagi dalam dua macam dalam hal hak paten. Yang pertama adalah Copyright, dan yang kedua adalah Copy left.

Copy right adalah software-software yang di miliki oleh seorang atau tim pengembang yang memiliki hak cipta paten untuk seorang atau tim pengembang tersebut. Jadi software itu dilindungi oleh undang-undang hak cipta. Jika menggunakan software tersebut kita harus membayar. Misalnya produk Microsoft

T: buktinya saya bisa pake produk Microsoft tanpa mbayar alias gratis koq?

J: Dasar PembAJAK sofTWAre!!.

JAdi Copyright itu dimiliki oleh tim pengembang software yang software tersebut di tujukan untuk tujuan komersil.

Lalu ada satu lagi yang bernama Copy left. Copy left adalah kebalikan dari Copyright. Copyleft memberikan fasilitas software dan pengguna dapat menggunakan bahkan memodifikasi software tersebut secara GRATIS. Namun, meskipun gratis, bukan berarti Copy left tidak memiliki undang-undang perlindungan hukum, copyleft juga memiliki undang-undang yang melegalkan software tersebut. Misalnya produk Linux. Ini dia yang disebut dengan Open Source.

T: Gratis?? Koq enak? Emang tujuannya bikin software gratis apa sih?? Kan ga menghasilkan uang?? Rugi donk??

J: Justru itu, untuk perkembangan pendidikan sebagai wujud kepedulian sosial terhadap ke GAPTEKAN masyarakat terhadap IT. Semoga Allah SWT membalas Kebaikan mereka.

T: Amin.

Jadi Sebenarnya opensource itu sendiri apa sih?

Dilihat dari makna secara eksplisitnya. Open : terbuka. dan Source: sumber

Jadi gampangannya, open source itu teknologi IT yang bersifat software yang terbuka, maksudnya bisa diakses oleh umum/public. Gratis dan pengguna dapat memodifikasi software tersebut.

J: Sudah mudeng?

T: Lumayan. Btewe terus apa buktinya kalo kita sudah mendukung open source tersebut?

J: ok saya jawab.

Di ITS (tempat kita kuliah) kita sudah memiliki wadah pengembangan yang mendukung software open source tersebut. Yaitu ada POSS (Pengembangan Open Source Software) untuk info lebih lanjut klik di poss.its.ac.id. Dan di Institut lain seperti di ITB dan UGM juga sudah mendukung open source software ini. Suatu ketika, lulusan TC ITS, pemilik ilmukomputer.com, Pak Romi Satria Wahono malah telah melalang buana memberikan presentasinya tentang open source.

Sumber:

Poss.its.ac.id
romi Satria wahono.net

September 28, 2008

Tukang Becak

Filed under: Uncategorized — Anshary Mufied @ 4:29 am

Masih terngiang di telingaku kata-kata yang membuat hati kecil ku bergejolak. Tadi pagi sewaktu di kelas, seorang guru menyarankan agar kami nanti menyontek ketika tidak mengerti jawaban saat mengerjakan Ujian Nasional yang akan di helat seantero nusantara pada tanggal 22 April 2008. Memang aku adalah tipe murid yang menjadi sentral dalam hal contek mencontek, bahkan aku sudah merencanakan dengan teman sekelas untuk mencari joki yang akan membantu pelaksanaan ujian kami. Namun, tadi adalah pengalaman yang paling aneh yang terjadi semasaku di SMA. Seorang guru yang menyuruh muridnya untuk menghalalkan hal tersebut demi lulus Unas.

Allahuakbar-Allahuakbar..

Suara adzan menggema ke seluruh antero Surabaya.

Tampak sebuah masjid besar berkubah hijau di pinggir jalan Wiyung ini. Aku menekan tombol reeting sepeda motorku dan berbelok ke arah tempat parkir masjid Al-Hikmah. Saat aku turun dari sepeda motor aku melihat seseorang tukang becak yang ikut memarkirkan becaknya di parkiran untuk menunaikan sholat ashar berjamaah. Wajahnya terlihat seperti seseorang yang begitu kerasnya berjuang melawan penderitaan hidup, rambutnya agak jarang namun berjanggut sedikit lebat. Aku mengamati gerak-geriknya dari jauh. Sepertinya aku tertarik pada sosok kurus tersebut. Ada sesuatu yang menarik dari sosok tersebut. Aku bertanya pada hatiku. Apa yang menarik ya? Biarlah.

Setelah selesai sholat ashar, saat kulangkahkan kakiku keluar masjid aku bertemu sosok tadi. Sosok tersebut terlihat duduk-duduk diteras masjid melepas peluhnya.  Aku memberanikan diri untuk duduk di sampingnya dan menyalaminya.

”Assalamualaikum pak” Sapaku sambil ku ulurkan tangan kananku.

”Wa alaikumsalam warohmatullahi wabarakatuh” dan tangannya langsung menggapai uluran tanganku dan langsung diggengamnya.

”Sekolah dimana dik??”Sosok tersebut bertanya kepadaku yang masih menggunakan seragam SMA.

”Saya sekolah di Sma Negri 99 pak”

”Sudah kelas berapa??”

”Saya sudah kelas tiga, sebentar lagi saya akan melaksanakan ujian nasional. Tolong doakan saya ya pak.”

“Jika kamu Ingin sukses dalam unas, ada sebuah kunci yang harus kamu pegang selalu mulai saat ini” Nasihat si bapak penuh wibawa

Wajahku langsung aku tolehkan ke arah mukanya dan kutatap matanya dengan keheranan. Orang yang baru aku kenal dan hanya seorang tukang becak ingin menceramahi diriku yang sudah berpendidikan ini.

”Apakah kunci itu pak?” Tanyaku denagn nada keheranan.

”Kuncinya hanya satu. Yaitu berlaku JUJUR disaat mengerjakannya!!.”

Aku mereview kembali pengalaman hidupku selama ini. Selama ini, aku adalah tokoh sentral dalam  ketidak jujuran mengerjakan ulangan. Bahkan aku sudah merencanakan untuk memesan joki. Namun saat ini, ada seseorang yang melarangku untuk tidak melakukan hal tersebut.

”Pak saya takut, saya belum bisa berlaku jujur dalam ulangan”

”Apakah kamu benar-benar ingin sukses??” Tanyanya serta menatap mataku dalam-dalam

”Ya sih, tapi….”

”Mau Sukses tidak??!!!” tanyanya dengan nada membentak.

”tapi..”

”kalau ingin sukses, lakukan apa yang tadi saya katakan!!!!” bentaknya untuk meyakinkan diriku.

”Memang apa ruginya mencontek?” Tanyaku dengan nada meremehkan.

”Kalau kamu dari kecil sudah tidak jujur bagaimana bila sudah besar?. Kamu akan berkembang menjadi seorang koruptor. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Memangnya apa untungnya menjadi koruptor??. Kamu pikir hidup mereka tenang??. Sebenarnya setiap saat pikiran mereka dihantui oleh bayang-bayang dosa yang telah ia lakukan. Begitu pula bila kamu menyontek saat ujian dan mendapatkan nilai yang sempurna saat ujian. Misalnya, kamu mendapat nilai sempurna dalam pelajaran bahasa Inggris. Lalu ketika kamu masuk didunia perkuliahan, seorang dosen menguji kamu dengan soal-soal TOEFL. Lalu kamu tidak bisa mengerjakan apapun pada saat itu. Apakah kamu tidak akan menyesali bila terjadi hal seperti itu di kemudian hari??”  

”Nama bapak siapa?”

”Panggil saja aku Pak Zahid. Aku adalah mantan narapidana yang dipenjara karena kasus korupsi. Di penjara aku baru tersadar bahwa rezeki itu ditentukan oleh Allah. Kita tidak boleh menghalalkan segala cara dalam memperolehnya. Wong cicak yang makanannya nyamuk saja tidak protes karena makanannya memiliki sayap sedangkan ia hanya menempel didinding. Namun toh Allah berlaku adil. Populasi cicak tidak mengalami kepunahan akibat hal tersebut. Maka dari itu saya lebih memilih pekerjaan yang halal meskipun hanya menjadi seorang tukang becak”

Jarum panjangku menunjukkan pukul 15.30. Jam empat nanti aku ada les bahasa inggris dirumah. Aku mengundurkan diri kepada sosok mengagumkan tersebut.

888________________888

 

 

Jam 08.00 malam. Ruang kamarku.

Besok tryout Bahasa Indonesia dan Matematika. Sosok berjanggut kemarin masih bergentayangan di dalam benakku. Semalam aku tidak bisa tidur. Pikiranku masih dihantui bayang-bayang yang akan diakibatkan oleh pekerjaanku. Ceramah darinya kemarin seakan mengetuk bahkan menggebrak relung hatiku yang selama ini tertutup. Inilah kebenaran. Mencontek adalah kesalahan terbesar. Suara hatiku mengangguk angguk mengakui hal yang diutarakan oleh Pak Zahid kemarin.

Saat ini aku merasa sedang dilemma. Di satu sisi, aku takut tidak lulus, namun disatu sisi, aku merasa Pak Zahidlah yang benar. Aku mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya. Setelah sholat rasanya aku semakin terngiang-ngiang oleh petuah Pak Zahid. Didalam hatiku, aku semakin yakin bahwa apa yang dikatakan dari mulut seorang tukang becak tersebut adalah benar. Baiklah, akan aku coba, Mulai saat ini aku tekadkan dalam hati untuk menjajal petuah dari Pak Zahid. Apa salahnya dicoba.

Akhirnya pada malam itu aku mencoba untuk belajar semampuku. Namun masih banyak materi ulangan yang aku pelajari kemarin belum aku kuasai.

888________________888

 

H-7 Unas. Tryout pertama ku di sekolah..

Jam 08.00. Ruang kelas XII.IA.8

”Jar,.. Nomer dua tiga.” Randi yang duduk diseberang kananku berbisik kepadaku.

Aku pura-pura tidak dengar. Aku sudah bulatkan tekad untuk meninggalkan hal buruk tersebut.

”Jaaaar……, Jaar,…jar.” bisiknya lebih keras.

”Randi!! Kamu menyontek ya??!!. Sini duduk depan.” Bentak Pak Subkhan sambil mengangkat kaca mata tebalnya.

Akhirnya Randi duduk di bangku persis didepan Pak Subkhan. Seluruh isi kelas menyorakinya.

”Huuuuuu.. huuu” Sorak seluruh anggota kelas.

”Sudah, yang lain tetap mengerjakan” Bentak Pak Subkhan

888________________888

 

Sepulang sekolah, aku membahas soal tadi di teras Masjid dengan teman-teman yang lebih pintar. Setelah dicocokkan ternyata kira-kira aku hanya mendapat nilai 25 dalam pelajaran matematika dan 44 dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal biasanya bila  aku bekerjasama dengan teman sekelas nilaiku bisa mencapai 75 bahkan 90.

”Fajar!!!.. Kita harus membuat perhitungan” Randi tiba-tiba datang dengan membentak. Ia datang melabrakku

”Hai . Ada apa Ran?” Aku pura-pura tidak tahu.

”Sini kau.” Ia menarik tanganku. Aku dibawa ke tempat sepi kebelakang masjid di depan gudang sekolah.

”Mengapa kamu pura-pura tidak dengar sewaktu tadi hah??” Tangannya mencengkram kerahku.

”Memang kenapa?”

Sebuah kepalan tangan mendarat di pipi sebelah kananku.

”Gara-gara kau tadi, aku disuruh duduk didepan. Sekarang kau mau berkilah?”

Sebuah tendangan keras mendarat tepat di perutku.

”Ahh..” Aku merintih menahan perih.

              Ini sebagai balasan setimpal terhadap orang sombong sepertimu.”

Aku pingsan dan setelah maghrib saat sekolah sudah sepi aku baru tersadar. Aku dibangunkan oleh penjaga sekolah yang menemukanku dalam keadaan pingsan.

888________________888

Rumahku. Di halaman rumah.

Aku buka pintu gerbang dan memarkirkan sepeda motorku. Rumahku sepi. Tiada orang. Kemana semua orang?. Tanyaku dalam hati. Pintuku terkunci rapat. Aku mengambil kunci rumah di tasku. Aku selalu membawanya untuk saat saat seperti ini. Setelah aku masuk aku langsung menunaikan sholat isya. Ingin rasanya aku mengadukan hal yang kualami hari ini. Setelah selesai solat aku merenung. Baru berlaku jujur kali ini namun bertubi-tubi masalah yang kuhadapi. Mulai dari nilai yang jeblok hingga dianiaya oleh seorang siswa. Rasanya hari ini hatiku sedih sekali.

 

”tit.tit.. tit tit” sebuah Sms terpampang di handphoneku. Aku langsung melipat sajadahku dan lompat ke meja belajarku unutuk meraih handphoneku. Ternyata dari kakakku.

 

Kak Salsabila 081xxxxxxxxxx:

Assalamualaikum. Dik, tetap tegar ya.. jangan sedih ya. .hadapi apapun dengan tenang dan tawakkal kepada Allah..

Aku membalasnya:

Waalaikum salam.WW. Oke bos.. Btw kakak dimana pulang kapan? Ibu ma Ayah kemana juga? Ntar aku kunci ni pintunya.

Kakakku membalasnya:

Ntar jam 09.00. tunggu kakak ya jangan tidur dulu lho..

888________________888

Jam 09.30

Sosok wanita berjilbab berwajah manis yang menjadi idaman setiap lelaki berdiri didepan pintu. Itu adalah kakakku. Aku membukakan pintu. Aku melihat mata kakakku sembab seperti orang yang habis menangis.

”Kak, kok telat sih pulangnya?? Ibu ma Ayah kemana?. Habis nangis ya kak? Habis diputusin pacar? Oh ya.. kakak kan ga punya pacar. Be te we, Ibu ma Ayah kemana?.” Tanyaku dengan berondongan.

Kakakku memelukku erat-erat lalu mengajakku duduk di sofa

”Dik, tolong dengarkan baik-baik ya.. Mulai saat ini kita harus saling bekerja sama jika ingin tetap hidup” air mata kakakku mulai meleleh

”memang ada apa kak?” tanyaku polos

”Ayah dan Ibu telah tiada… Beliau berdua mengalami kecelakaan mobil setelah menjemput Ibu mengaji di masjid Al-Falah. Tadi kakak dari mengurus jenazah beliau di rumah sakit. Dan akhirnya…..huh..” Kakakku bercerita sambil air matanya mengucur deras. Ia tidak sanggup bercerita lagi.

Air mataku pelan-pelan meleleh dan mengucur deras.

 888________________888

 

Jam 01.30

Kakakku membangunkan aku. Ia mengajakku untuk menunaikan sholat tahajjud. Air mataku mengalir deras ketika aku bersujud.

Ya Allah engkau tidak adil.

Aku baru mencoba untuk kembali ke jalan mu.

Tapi kau berikan aku cobaan yang berat seperti ini

Mengapa saat satu minggu sebelum Ujian??

Aku tidak kuat ya Allah.

Rasanya aku ingin mati saja.

Setelah sholat tahajud. Kami duduk bersimpuh. Di tengah keheningan malam. Kami menyerahkan segalapersoalan kami kepada Allah. Kakakku memimpinku untuk mendoakkan kedua orang tua kami. Tidak terasa, air mata kami meleleh. Kakakku terbata terisak-isak dalam memimpin doa kami.

”Rabighfirly waliwalidaya warhamhuma kama rabbayani Shagiyra..”

Setelah itu kami mendoakan mereka berdua. Aku membuka-buka mushaf al-Quran-ku. Aku mencoba membaca nya sambil terisak-isak.

Ayat pertama: Surat Al-Baqarah 286

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Ayat kedua: Surat Al-Imran ayat 139:

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Ayat kedua: Surat Ar-ra’d ayat 11

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Pada saat itu aku merasa becakap-cakap dengan Allah melalui surat cintanya. Saat itu aku merasa Allah menurunkan rahmatnya dan memasukkan rasa ketenangan ke dalam relung batinku. Dalam hati aku bertekad.

Ayah Ibuku, Lihatlah putramu.

Aku akan berusaha sekuat tenaga.

Aku akan persembahkan hal terbaik kepada kalian berdua

Air mataku lagi-lagi meleleh membasahi pipiku. Bulir air mataku jatuh membasahi lembaran Al-Quran yang aku baca.Aku tersungkur sujud. Merasa diri yang hina ini telah sekian lama mendurhakai perintah-Nya.

                Setelah itu aku tertidur sambil menunggu adzan shubuh. Didalam mimpiku aku melihat ayah ibuku menghampiriku dan mengatakan kepadaku.

”Perbuatanmu itu adalah sebuah kebenaran. Tetaplah teguh berjuang wahai anakku. Jangan putus asa. Allah maha melihat perbuatan hamba-hambanya.”

Setelah itu ayahku mengelus-ngelus rambutku dengan pelan seraya berkata

”Ayah bangga memiliki anak sepertimu Fajar.”

888________________888

 

Setelah itu aku mati-matian untuk belajar. Saat pelaksanaan Unas, aku membulatkan tekad untuk berlaku jujur dan meniatkan hanya kepada Allah. Karena aku tidak ingin hanya menuhankan nilai yang tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kekuasaan dan kasih Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Setelah ujian aku hanya bisa bertawakkal kepada-Nya. Aku hanya minta diberikan yang terbaik. Bahkan dalam doaku, aku berdoa:

”Ya Allah, saat ini aku hanya bisa berharap kepada-Mu. Aku akan ikhlas apapun yang terjadi. Bahkan jika engkau tidak mengijinkanku lulus dalam ujian kali ini. Bila hal itu menjadi hal yang terbaik bagi masa depanku, agamaku, dan bangsaku, hambamu yang hina ini akan ridha.”  tidak terasa kulelehkan air mataku.

Saat pengumuman tiba. Aku mendapatkan nilai yang hampir sempurna. Tiga buah nilai 100 dan tiga buah nilai 99. Aku tersadar. Allah maha adil. Allah tidak akan mengecewakan hamba-Nya. Saat itu aku tersungkur sujud untuk bersyukur dan membaca hamdalah berkali-kali. Tiba-tiba aku teringat kepada Pak Zahid yang telah menasihatiku dan membuat Allah memberikan cobaan kepadaku. Cobaan agar aku menjadi lebih baik. Pertanyaan bagi kita adalah: apakah kita harus menunggu hal-hal seperti diatas untuk berubah??. Mari renungkan kawan.

888________________888

 

Abdullah Anshary.

 

 

September 27, 2008

Kisah Sebatang Bambu

Filed under: Uncategorized — Anshary Mufied @ 2:41 pm

KISAH SEBATANG BAMBU

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.

Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.
Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”

Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar.
Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….. , kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab batang bambu itu, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”

Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?

Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Ini aku Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”

Blog at WordPress.com.